TUGAS
UTS
Mata
Kuliah : Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa Indonesia
Dosen : Lisa Septia Dewi Br
Ginting,
S.Pd, M.Pd
Nama
Mahasiswa : Della Frice Br Manurung
NPM :
221214040
Kelas :
6 A PBSI
TUGAS
ESAI KRITIS
Tema
:
BAB II Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia
KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
SEBAGAI CERMIN IDENTITAS BANGSA: UPAYA PELESTARIAN DI TENGAH DOMINASI BAHASA
ASING
Pendahuluan
Bahasa adalah
alat komunikasi utama manusia yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana
interaksi, tetapi juga merefleksikan nilai sosial dan budaya suatu bangsa.
Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, memiliki peran strategis dalam
membentuk dan memperkuat identitas bangsa. Sejak diresmikan sebagai bahasa
nasional pada Sumpah Pemuda 1928 dan diperkuat dalam Pasal 36 UUD 1945, Bahasa
Indonesia telah menjadi perekat keberagaman dan simbol persatuan di tengah
masyarakat multietnis.
Namun, di era globalisasi ini,
eksistensi Bahasa Indonesia menghadapi tantangan besar akibat dominasi bahasa
asing, terutama bahasa Inggris. Fenomena ini semakin terlihat dalam berbagai
aspek kehidupan, mulai dari dunia akademik, teknologi, bisnis, hingga komunikasi
sehari-hari. Pergeseran fungsi Bahasa Indonesia akibat pengaruh asing
berpotensi melemahkan identitas budaya bangsa, sehingga diperlukan upaya serius
untuk mempertahankan dan mengembangkannya.
Pembahasan
1. Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa
Indonesia memiliki berbagai fungsi yang krusial dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, baik secara sosial maupun akademik. Adapun fungsi-fungsi tersebut
meliputi:
·
Alat komunikasi: Bahasa
Indonesia digunakan untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan perasaan di berbagai
bidang, seperti pendidikan, pemerintahan, dan media massa.
·
Pemersatu bangsa: Dengan
keberagaman suku dan bahasa daerah di Indonesia, Bahasa Indonesia berperan
sebagai sarana pemersatu yang memungkinkan komunikasi antarsuku berjalan
efektif.
·
Identitas nasional: Bahasa
Indonesia adalah simbol kedaulatan bangsa dan menjadi bagian dari karakter
nasional yang membedakan Indonesia dari negara lain di dunia.
·
Sarana pengembangan ilmu pengetahuan:
Bahasa Indonesia digunakan dalam dunia pendidikan, penelitian, dan teknologi
untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas.
Namun,
meskipun memiliki dasar hukum yang kuat, realitas di lapangan menunjukkan bahwa
penggunaan Bahasa Indonesia kerap terpinggirkan, terutama di kalangan generasi
muda yang lebih sering menggunakan bahasa asing sebagai simbol modernitas dan
status sosial.
2. Kedudukan Bahasa Indonesia
Kedudukan
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara diperkuat
dalam UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.
Kedudukan ini mencakup beberapa aspek penting:
·
Bahasa Nasional:
o Digunakan
dalam kegiatan budaya, upacara adat, dan interaksi sosial.
o Menjadi
identitas budaya yang membedakan Indonesia dari negara lain.
·
Bahasa Resmi Negara:
o Digunakan
dalam administrasi pemerintahan, sistem pendidikan, dan dokumen hukum.
o Berperan
dalam diplomasi internasional dan penyusunan undang-undang.
·
Bahasa Ilmiah:
o Digunakan
dalam jurnal akademik, penelitian, dan karya sastra.
o Tantangan
yang dihadapi adalah masih terbatasnya karya ilmiah yang ditulis dalam Bahasa
Indonesia, sehingga akademisi cenderung menggunakan bahasa asing untuk
publikasi internasional.
3. Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi
Saat ini, eksistensi Bahasa
Indonesia menghadapi berbagai tantangan akibat:
·
Dominasi bahasa asing: Campur
kode dan alih kode semakin sering terjadi di berbagai ranah kehidupan, terutama
dalam dunia bisnis dan media digital.
·
Tren penggunaan bahasa asing dalam
pergaulan: Generasi muda cenderung mengadopsi istilah asing dalam
percakapan sehari-hari, menganggapnya lebih prestisius dibandingkan Bahasa
Indonesia.
·
Minimnya konten berkualitas dalam Bahasa
Indonesia: Di dunia digital, banyak informasi lebih tersedia dalam
bahasa asing, sehingga pengguna internet lebih terbiasa mengaksesnya.
4. Tantangan dan Solusi Pelestarian Bahasa Indonesia
Di era globalisasi, tantangan
utama dalam melestarikan Bahasa Indonesia meliputi:
1.
Pengaruh bahasa asing dalam teknologi dan
bisnis
o Istilah
asing seperti "startup",
"fundraising", dan "networking" lebih umum digunakan
dibandingkan padanan dalam Bahasa Indonesia.
2.
Kurangnya kesadaran akan pentingnya penggunaan
bahasa yang baik dan benar
o Fenomena
bahasa gaul dan penggunaan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari semakin
marak.
3.
Terbatasnya karya ilmiah dalam Bahasa Indonesia
o Akademisi
lebih memilih menulis dalam bahasa asing demi pengakuan global, sehingga
perkembangan kosakata ilmiah dalam Bahasa Indonesia berjalan lambat.
Untuk mengatasi permasalahan ini,
beberapa langkah dapat dilakukan:
·
Meningkatkan kesadaran berbahasa
melalui kampanye literasi digital, lomba menulis, dan seminar kebahasaan.
·
Mendorong produksi konten berkualitas
dalam Bahasa Indonesia, baik dalam jurnal akademik, media sosial,
maupun industri kreatif.
·
Memperkuat regulasi penggunaan Bahasa
Indonesia, terutama dalam dunia pendidikan, pemerintahan, dan media
massa.
·
Memberikan insentif bagi media dan
industri kreatif yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dalam
karya mereka.
Kesimpulan
Bahasa
Indonesia memiliki peran vital sebagai cermin identitas bangsa dan alat
pemersatu di tengah keberagaman budaya. Namun, pengaruh bahasa asing yang
semakin dominan mengancam eksistensinya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran
kolektif dan strategi yang konkret untuk melestarikan dan mengembangkan Bahasa
Indonesia. Dengan upaya yang tepat dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat,
Bahasa Indonesia tidak hanya bertahan sebagai alat komunikasi, tetapi juga
menjadi kebanggaan nasional yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan, dkk. (2010). Kamus
Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Moeliono, Anton M., dkk. (2017). Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Badan Pengembangan
dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugono, Dendy. (2008). Politik Bahasa:
Kebijakan Bahasa di Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan
Nasional.
Ginting, Lisa Septia Dewi Br. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Guepedia, 2021.
Tema:
BAB IX Pengembangan
Bahasa Indonesia Di Media Massa
PENGEMBANGAN
BAHASA INDONESIA DI MEDIA MASSA: ANTARA TANTANGAN DAN INOVASI
Pendahuluan
Bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki peran penting dalam membentuk
identitas bangsa. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya
perkembangan teknologi dan media massa, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik
dan benar mulai mengalami degradasi. Fenomena penggunaan bahasa alay dan bahasa
gaul di media sosial menjadi tantangan serius bagi eksistensi Bahasa Indonesia
yang sesuai dengan kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Oleh karena itu,
perlu adanya upaya pengembangan Bahasa Indonesia melalui media massa guna
memperkuat identitas bahasa nasional.
Pembahasan
1. Analisis
Masalah
a.
Pengaruh Media Sosial Terhadap
Penggunaan Bahasa
Media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok menjadi wadah utama
bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk berkomunikasi. Namun, penggunaan
bahasa yang tidak sesuai kaidah, seperti singkatan tidak baku, campuran huruf
dan angka, serta serapan bahasa asing tanpa penyesuaian, semakin marak.
Misalnya, penggunaan kata "Lo Gue" yang berasal dari bahasa Betawi
atau kata "Bestie" yang diserap dari bahasa Inggris tanpa penyesuaian
makna. Fenomena ini mengakibatkan hilangnya keaslian Bahasa Indonesia dan
membentuk kebiasaan berbahasa yang kurang tepat.
b.
Kualitas Bahasa di Media Elektronik
Program televisi dan siaran radio, terutama yang bersifat hiburan, sering
kali menggunakan bahasa yang jauh dari standar Bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Dalam acara talk show atau podcast, penggunaan slang atau bahasa
campuran menjadi hal yang lumrah. Kurangnya peran penyunting bahasa memperburuk
kondisi ini sehingga masyarakat cenderung meniru gaya bahasa yang tidak sesuai
dengan EYD.
c.
Minimnya Kesadaran Masyarakat Terhadap
Pentingnya Bahasa Baku
Banyak masyarakat menganggap penggunaan Bahasa Indonesia yang formal
terlalu kaku dan tidak relevan dengan perkembangan zaman. Akibatnya, bahasa
gaul dan bahasa alay lebih diminati karena dianggap lebih santai dan mudah
dipahami. Padahal, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah ini dapat merusak
kualitas berbahasa generasi muda di masa mendatang.
2.
Dampak Negatif Terhadap Eksistensi Bahasa
Indonesia
a.
Degradasi Identitas Nasional
Bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa yang seharusnya dijaga dan
dilestarikan. Namun, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah di media massa
dapat mengikis rasa bangga terhadap bahasa nasional dan memperlemah identitas
budaya.
b.
Penurunan Kualitas Bahasa dalam
Tulisan Akademik
Kebiasaan
menggunakan bahasa alay dan bahasa gaul di media sosial juga berimbas pada
tulisan akademik. Mahasiswa dan pelajar cenderung membawa gaya bahasa informal
ke dalam tugas atau karya ilmiah, sehingga kualitas tulisan menjadi menurun.
c.
Kesalahpahaman dalam Komunikasi
Penggunaan
bahasa yang tidak baku sering kali menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi,
terutama di media daring. Hal ini dapat menyebabkan konflik atau miskomunikasi
antarindividu maupun kelompok.
3. Inovasi
dan Solusi Pengembangan Bahasa Indonesia di Media Massa
a.
Kampanye Literasi Bahasa
melalui Media Sosial
Pemerintah
dan komunitas pegiat bahasa perlu aktif membuat kampanye literasi bahasa di platform
seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Misalnya, melalui konten edukatif yang
menyajikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan cara yang
kreatif dan menarik. Contohnya, akun media sosial yang membagikan tips tata
bahasa, penggunaan kata yang sesuai EYD, dan membongkar kesalahan berbahasa
yang sering terjadi.
b.
Kolaborasi dengan Influencer
dan Konten Kreator
Menggandeng
influencer atau konten kreator yang memiliki pengaruh besar di kalangan anak
muda untuk mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia yang sesuai kaidah. Dengan
cara ini, penggunaan Bahasa Indonesia yang baku bisa lebih diterima tanpa
terkesan kaku. Influencer dapat membuat konten yang membahas keunikan kosakata
Bahasa Indonesia yang jarang digunakan namun memiliki makna yang mendalam.
c.
Peningkatan Peran Redaktur
Bahasa di Media Elektronik
Media
televisi dan radio perlu memperketat standar penggunaan Bahasa Indonesia dengan
melibatkan redaktur bahasa yang bertugas menyunting naskah siaran agar sesuai
dengan kaidah EYD. Selain itu, penyelenggara media daring juga dapat membuat
panduan penggunaan bahasa yang baku untuk para jurnalis dan penulis konten.
d.
Pendidikan Bahasa yang Adaptif
di Lingkungan Akademik\
Lingkungan
pendidikan, terutama di perguruan tinggi, perlu memberikan pemahaman yang kuat
tentang pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu,
mahasiswa perlu dilibatkan dalam kegiatan literasi digital yang mendorong
penggunaan bahasa yang sesuai kaidah. Contohnya, lomba menulis artikel atau esai
kritis yang menggunakan Bahasa Indonesia yang baku.
e.
Pembuatan Aplikasi Pemeriksa
Bahasa
Mengembangkan
aplikasi yang dapat memeriksa tata bahasa dan ejaan dalam Bahasa Indonesia,
seperti Grammarly untuk bahasa Inggris. Aplikasi ini dapat membantu penulis
untuk memperbaiki kesalahan berbahasa dan meningkatkan kualitas tulisan di
media sosial maupun media daring lainnya.
Kesimpulan
Pengembangan
Bahasa Indonesia di media massa memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak,
mulai dari pemerintah, media, hingga masyarakat. Melalui kampanye literasi,
kolaborasi dengan influencer, serta peran aktif redaktur bahasa, eksistensi
Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diperkuat. Dengan demikian, Bahasa
Indonesia tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga identitas bangsa
yang tetap kokoh di tengah arus globalisasi. Generasi muda sebagai pengguna
media sosial yang dominan juga perlu diberdayakan untuk menjadi agen perubahan
dalam menjaga kelestarian Bahasa Indonesia.
Dengan inovasi dan kesadaran
kolektif, Bahasa Indonesia dapat berkembang menjadi bahasa yang modern tanpa
kehilangan jati diri dan tetap mampu bersaing di kancah global.
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan, dkk. (2010).
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat).
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sudaryat, Yayat. (2009). Bahasa Indonesia dalam Media Massa. Bandung: CV Yrama Widya.
Ginting, Lisa Septia Dewi Br. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Guepedia, 2021.


Komentar
Posting Komentar